Karya Tulis Para Peneliti Balai Arkeologi Medan

Just another WordPress.com weblog

tentang kami

with 10 comments

Blog ini merupakan salah satu sarana yg kami gunakan khusus untuk mempublikasikan karya tulis dari para penelti arkeologi (arkeolog) yang bekerja di Kantor Balai Arkeologi Medan (Balar Medan). Untuk lebih mengetahui tentang kantor kami, silahkan mengunjungi website kami di http://www.balarmedan.com

Kiranya melalui blog ini, dapat semakin terciptanya hubungan yang harmonis antara publikasi berita penelitian arkeologi dan pemanfaatan hasil penelitian arkeologi yang efektif demi terwujudnya Bangsa Indonesia yang maju dan beradab.

Written by balarmedan

April 30, 2008 pada 7:58 am

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah thx untuk situs yang bermanfaat untuk kepentingan arkeologi publik
    bravo buat balar medan

    densen

    Agustus 20, 2008 at 2:57 am

  2. Hello,

    Bisa nggak dapat alamatnya Henry yang lagi belajar Lingkungan di Taiwan.

    Makasih,
    Rita MS
    Nijmegen-Holland

    rita ms

    Desember 6, 2008 at 11:15 am

    • ini ibu Rita Margaretha Setianingsih, bukan?

      lisda

      Februari 2, 2011 at 5:02 am

  3. Ibu, alamatnya tidak ada, silahkan coba email aja balik ke beliau :
    henzky.fu@gmail.com

    terima kasih

    balarmedan

    Desember 20, 2008 at 2:14 pm

  4. salam hangat dari Gayo Takengon….

    trima kasih atas penggalian terakhir di Ceruk Mendale…

    sangat berharap bisa jumpa dan share lagi..

    salam
    khalis

    khalisuddin

    Juni 10, 2009 at 5:36 pm

  5. Salam Nusantara

    Tulisan Bpk Andri Restiyadi, yang berjudul “MENGAPA SENIMAN MEMAHATKAN FIGUR RAKSASA MENARI PADA BATUR BIARO BAHAL I ? (Sebuah Tinjauan Semiotika Piercian)” di atas sangat membuka wawasan Kami akan kekayaan Sejarah dan Budaya Bangsa Indonesia, kami bermaksud untuk mempublikasikan lebih lanjut tulisan tersebut di http://wacananusantara.org/ dengan harapan agar tulisan tersebut juga bermanfaat bagi khalayak umum.

    Dengan ini saya atas nama Tim Wacana Nusantara, bermaksud meminta izin kepada “Balai Arkeologi Medan”, agar berkenan dengan hal yang kami maksudkan.

    Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

    Hormat kami,

    Sibli Nurjaman
    Tim Wacana Nusantara
    http://wacananusantara.org/

    Sibli Nurjaman

    Maret 26, 2010 at 10:49 am

  6. BULAN 10 INI ADA GA YA PENERIMAAN DI BALAR….TERIMA KASIH BANYAK…..
    SEMOGA BALAR MEDAN SEMAKIN TERDEPAN DAN MENJADI NOMOR SATU DARI BALAR LAINNYA..

    MAIIA

    Juni 6, 2010 at 12:51 pm

  7. ANDI PENINGGALAN MELAYU TAK DIPUGAR DI RANTAU LIMAU MANIS

    Di Desa Rantau Limau Manis Kecamatan Tabir Ilir Kabupaten Merangain Propinsi Jambi juga terdapat sebuah candi peninggalan zaman Hindu-Budha yang dibuat kira-kira tahun 1100 M, hal ini terungkap ketika pembukaan jalan baru pada tahun 2007 dari Rantau Limau Manis ke daerah terisolir Rantau Palembang. buldozer yang meng…erjakan jalan tidak sengaja menemukan batu bata candi tersebut..

    konon kata masyarakat setempat daerah tersebut merupakan desa yang dulu dihilangkan oleh Puyang Koto Rayo dan sebagian besar penduduknya pindah ke Rantau Panjang, Kecamatan Tabir dan menetap hingga sekarang.. daerah atau candi tersebut sangat kuat kaitannya dengan sejarah orang-orang yang ada sepanjang sungai Tabir Kabupaten Merangin. namun hal ini tidak pernah di lakukan tindak lanjut yang real terhadap aset purbakala tersebut..

    salmantabir

    Juli 18, 2010 at 3:38 am

  8. assalam,
    sy lisda mhs arkeologi, sy ingin membaca buku yg ditulis oleh ibu Rita Margaretha Setianingsih yg berjudul “prasasti koleksi museum negeri Sumatra Utara”, tp sy blum menemukannya di beberapa perpus d jkt. boleh tidak sy minta email dan no hp beliau?
    terima kasih…

    lisda

    Februari 2, 2011 at 5:08 am

  9. aceh tengah dan bener meriah adalah lokasi yang sudah bapk kunjungi, namun alangkah baiknya lagi jika bapak menuju ke kabupaten gayo lues yang di termpuh selama 4 jam perjalanan dari aceh tengah. pasalnya di gayo lues tidak luput dari prasejarah yang telah mendiami tanah gayo selama ioni, hanya karena keterbatasan SDM, masyarakat gayo lues hanya dapat berdiam diri. baru-barfu ini saya menemukan beberapa jejak yang telah menjadi batu namun tidak ada langkah-langkah lebih lanjut dari pemerintah daerah….! silahkan klik link ini leuserhijau.wordpress.com.

    mardiansyah

    Juni 4, 2014 at 3:55 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: